Kesehatan

Apa Diet Terbaik untuk Pria?

oleh GITA LARAS
Foto: Shutterstock

Para ahli gizi setuju bahwa diet terbaik untuk kita adalah yang paling bisa dijalani dengan penuh komitmen. “Diet merupakan pilihan pribadi. Berat badan kita akan berkurang dengan rencana apa pun yang membantu menurunkan berat badan,” kata Alan Aragon, M.S, ahli gizi di Amerika Serikat. Jika bingung, berikut pilihan diet untuk pria dari Alan.

Enam kali makan dalam sehari 

Pada diet ini, pria mengonsumsi 1800 kalori per hari untuk enam kali makan. Jadi, 300 kalori setiap porsinya. Tampaknya mudah, namun risiko kelebihan makan justru sangat tinggi. “Kebanyakan orang berpikir bahwa setiap makanan yang dikonsumsi harus mengandung protein, karbohidrat dan sayuran. Namun, itulah yang menyebabkan porsi makan jadi terlalu besar. Perlu diingat, makanan 300 kalori mungkin hanya seperempat piring.

Agar bisa memenuhi 1800 kalori tersebut, Alan menyarankan Anda untuk mengonsumsi makanan utama dalam porsi kecil sebanyak tiga kali, lalu tambahkan tiga camilan sehat. Dengan begitu, Anda tidak akan kelebihan kalori, namun juga tidak kelaparan.

Tiga kotak makan per hari

Mirip dengan yang sebelumnya, pada diet ini pria diminta mengonsumsi 1800 kalori per hari. Namun, Anda hanya diperbolehkan makan sebanyak tiga kali (sarapan, makan siang, makan malam). Per porsinya, Anda hanya bisa makan 600 kalori. Masalahnya, jarak makan siang dan makan malam sekitar enam atau tujuh jam. Hal ini menyebabkan Anda akan berada dalam keadaan sangat lapar, sehingga ada kemungkinan Anda akan berada pada kondisi ‘kalap’ pada saat makan malam. Untuk mencegah hal tersebut, Anda boleh mengonsumsi camilan, dua jam sebelum makan malam untuk menghalau lapar. Namun, pilih makanan yang kalorinya sangat rendah. Misalnya apel atau almond.

Berpuasa

Beberapa klien Alan memilih makan sepuasnya dari pukul tiga sore hingga 10 malam. Namun, waktu sisanya dihabiskan untuk berpuasa. Cara ini cukup berhasil karena kita ‘memotong’ dua kali jatah makan dalam sehari, tanpa membatasi kalori. Kerugiannya? Jam makan kita berbeda dari orang kebanyakan dan akan dianggap aneh. Juga, akan sedikit mengganggu hubungan sosial (misalnya, jadi tidak bisa makan siang dengan klien).

Jika memang harus berolahraga di pagi hari, sebaiknya konsumsi minuman berprotein agar tetap kuat menjalani aktivitas. Selain itu, ketika jamnya makan, tetap pilih makanan yang bergizi dan jangan junk food.