Kisah

Selebritas Peduli Pendidikan Anak Tak Mampu

oleh RETNO G. SAPTAWATY
Pelajaran tambahan bagi anak-anak di Alena Sahabat Anak

Ternyata, banyak lho artis atau selebritas yang peduli dengan pendidikan anak tidak mampu. Mereka tidak ragu untuk terjun langsung membantu anak-anak itu disela-sela kesibukan mereka. Tiga diantara mereka adalah Ariel Tatum, Cinta Laura Kiehl, dan Alena Wu. Inilah cerita mereka….

Ariel Tatum: Menjadi “perantara” lewat Komunitas Anak Negeri

Alhamdulillah aku dan teman-teman sudah mendirikan yayasan sendiri, yaitu Komunitas Anak Negeri (KAN). Yayasan yang sudah selama empat tahun aku mimpikan, akhirnya terwujud dan diresmikan pada hari ulangtahunku yang ke-20 pada 8 November 2016 lalu.

Aku mendirikan KAN karena miris melihat kondisi anak-anak yang kurang beruntung. Yayasan yang membantu anak-anak di Jakarta memang banyak, tetapi kebutuhannya belum tercukupi. Yayasan itu juga kurang terdengar oleh para donatur. Nah, lewat KAN ini, aku dan teman-teman menjadi perantara bagi para donatur dan mereka yang membutuhkan. Donasi itu bisa berupa uang, buku-buku, pakaian, dan makanan. Bahkan bisa pula lho dalam bentuk pengetahun untuk dibagikan kepada anak-anak tingkat TK dan SD ini. 

Aku berharap, anak-anak di KAN dan juga di seluruh Indonesia bisa mendapatkan 10 hak utamanya sebagai Anak Indonesia. Ke-10 hak itu adalah hak untuk bermain, mendapatkan pendidikan, perlindungan, nama atau identitas, status kebangsaan, makanan, akses kesehatan, rekreasi, kesamaan serta memiliki peran dalam pembangunan.

Ariel membantu anak-anak dalam Komunitas Anak Negeri.

Saya tahu ini bukan hal yang gampang. Tapi saya berharap, semakin jauh saya melangkah akan semakin banyak juga bertemu dengan orang-orang yang sejalan. Karena kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi? Jadi, jangan ragu lagi untuk membantu saudara saudara kita di luar sana. Ayo ulurkan tanganmu. Karena, jika bukan kita yang memulai, siapa? Bagi yang ingin mengetahui dan menjadi donatur bagi KAN, bisa melihat berbagai informasi di situs kami: www.komunitasanaknegeri.com.

Cinta Laura Kiehl: Ingin berbuat banyak untuk Indonesia

Aku sudah tertarik dengan pendidikan anak tidak mampu sejak berusia 10 tahun. Tentu saja saat itu aku belum menjadi seorang artis. Cerita berawal dari Yayasan Soekarseno Peduli (YSP) yang didirikan oleh mamiku, Herdiana Kiehl, pada 2003 di Kabupaten Bogor. YSP membantu merenovasi sebuah sekolah dasar di Pangerasan, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Nah, karena aku tidak bisa bantu secara materi; Mami memintaku membantu mengajar bahasa Inggris untuk murid SD Pangerasan seminggu dua kali. Aku bahagia banget. Mereka jadi pandai berbahasa Inggris dan lebih percaya diri. Ketika aku jadi artis, mereka jadi fans aku.

Cinta Laura membantu anak-anak lewat Yayasan Soekarso Peduli.

Kini setelah aku memiliki materi, aku pun menjadi penyokong dana bagi YSP. Bersama sponsorship lainnya, YSP telah merenovasi 10 sekolah dasar dan membangun Pangerasan Education Center (PEC). Terus terang semua ini aku lakukan karena memang sesuai dengan cita-citaku ingin berbuat sebanyak-banyaknya untuk Indonesia dan dunia. Semakin aku sukses akan semakin banyak yang bisa aku berikan untuk sesama manusia. Aku kagum dengan Bill Gates dan Mark Zuckerberg yang menghibahkan 90% dari kekayaannya untuk kebaikan hidup umat manusia.

Sekarang, karena aku tinggal di Amerika dan Mamiku di Bali, YSP diurus oleh kakaknya Mamiku. Alhamdulillah PEC semakin baik dan banyak manfaatnya untuk masyarakat setempat. Aku bermimpi bila sukses di Hollywood, aku ingin memberikan beasiswa sekolah di Amerika untuk murid terbaik dari Yayasan Soekarseno Peduli. Amin.

Alena  Wu: Lewat ASA Bantu Pendidikan Anak

Keterlibatanku pada pendidikan anak-anak berawal dari keinginan aku dan lima temanku untuk melakukan aksi sosial bagi masyarakat. Aku ingin aksi ini berhubungan dengan passion aku, yaitu buku dan anak-anak. Aku pun memulainya dengan membagi-bagikan buku kepada anak-anak jalanan dan panti asuhan. Ternyata, kegiatan ini malah membakar semangat kami berbuat lebih untuk pendidikan anak-anak. Apalagi, aku dulu pernah bercita-cita jadi guru taman kanak-kanak.

Setelah berkenalan dengan Kak Seto dan para sukarelawan pendidikan, akhirnya aku memutuskan untuk mendirikan taman Alena Sahabat Anak (ASA) di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Taman yang berdiri pada 2011 ini menjadi wadah untuk-anak mendapatkan pelajaran tambahan; seperti matematika, bahasa Inggris, dan juga pendidikan karakter. Jadi, muridnya tidak hanya anak jalanan saja; tetapi juga anak-anak kurang mampu yang memang masih bersekolah.

Alena Wu membantu anak-anak lewat Alena Sahabat Anak.

Di ASA ini aku lebih berperan dalam mencari dana daripada mengajar. Soalnya, mengajar itu harus rutin. Kita harus berkomitmen untuk bisa mengajar seminggu dua kali. Sementara, pemanfaatan waktuku sebagai seorang entertainer, sangat tidak teratur. Ketika ada acara khusus, mamaku biasanya ikut membantu dengan memberi bingkisan untuk anak-anak. Para relawannya juga mendapatkan beasiswa.

Kini, ASA sudah berjalan selama 7 tahun dan sistemnya semakin baik. Karakter anak-anak di ASA pun semakin baik. Contohnya, mereka tidak bicara kasar atau suka ribut lagi. Aku tetap mencoba meluangkan waktu datang ke ASA untuk menyemangati anak-anak yang belajar di sana.  Ke depannya, sepertinya akan ada workshop untuk para ibu dari anak-anak ini.