Parenting

Perlu Tahu tentang Operasi Cesar

oleh RISIA RUSWATI

Luka bekas operasi cesar.

TabloidKu - Baru-baru ini, pasangan penyanyi asal Inggris, Cheryl dan Liam Payne, sedang berbahagia karena kelahiran anak pertama mereka pada 22 Maret lalu. Anak laki-laki yang belum diberi nama tersebut dilahirkan melalui operasi cesar. Cheryl memilih operasi cesar karena ia meyakini dokter yang menanganinya mampu melakukan prosedur dengan baik, bahkan membuat luka sayatan pada perut tampak tak berbekas.

Alasan dokter sarankan operasi cesar

Saat ini memang banyak para ibu yang memilih metode persalinan seperti ini meskipun mereka bisa saja melahirkan secara normal. Namun, sebenarnya hal-hal apa saja yang membuat para ibu perlu melakukan operasi cesar saat melahirkan?

Operasi cesar merupakan proses mengeluarkan bayi dengan melakukan pengirisan dinding perut bagian bawah sang ibu, bukan dari vagina. Namun, proses melahirkan ini tentunya harus direkomendasikan oleh dokter untuk keselamatan ibu dan sang bayi. Sebab, dokter memiliki beberapa alasan seorang ibu perlu menjalani operasi cesar, antara lain:

  • bayi di dalam kandungan alami sungsang atau posisi pantat berada di bawah sementara kepala berada di atas,
  • plasenta letak rendah atau yang disebut dengan plasenta previa. Plasenta berada pada bagian bawah rahim, atau di bagian samping, atau menutup rahim, yang bisa menyebabkan komplikasi saat melahirkan, seperti pendarahan,
  • sang ibu alami preeklampsia atau gangguan kehamilan yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi yang akan membahayakan organ-organ lain, seperti ginjal, hati, dan mata,
  • tubuh sang ibu terdapat infeksi pada masa kehamilan, misalnya infeksi herpes genital atau virus HIV,
  • sang bayi tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi secara optimal sehingga ia harus dikeluarkan segera,
  • proses kelahiran sang ibu tidak mengalami kemajuan atau ada pendarahan abnormal vagina.

Risiko operasi cesar

Proses kelahiran melalui cesar merupakan prosedur yang aman bagi para ibu. Meskipun begitu, proses kelahiran ini juga memiliki risiko. Misalnya, terjadinya infeksi pada luka atau rahim, pembekuan darah, pendarahan terus-menerus, muncul masalah pada organ lain, misalnya kandung kemih, bayi susah bernapas untuk sementara, dan secara tidak sengaja bayi terkena sayatan (human error). (Foto: Huffingtonpost)